Edhie Baskoro Yudhoyono Muda Cerdas Jujur Peduli Rakyat, benarkah demikian??? Saya sendiri ragu dengan embel-embel jujur dan peduli rakyat. Saya tidak mengenal sama sekali sebelumnya, yang saya tahu dia adalah anaknya presiden, Susilo Bambang Yudhoyono. Berusaha mencari di google-pun tidak menemukan profil lengkapnya apalagi CV-nya. Putra bungsu presiden ini, merupakan Caleg Partai Demokrat Dapil VII yang meliputi Madiun, Ngawi, Pacitan, Magetan, Ponorogo dan Trenggalek.
Edhie Baskoro Yudhoyono atau yang biasa dipanggil Ibas ini merupakan jebolan universitas luar negeri dengan gelar ganda Financial Commerce dan Electrical Commerce tahun 2005 dari Curtin University of Technology di Perth, Australia Barat, sehingga bolehlah dikatakan pintar. Putra bungsu presiden ini juga pernah digosipkan dengan Nia Ramadhani dan Bungan Zaenal. Klo muda ya jelas karena anak presiden ini baru dilahirkan di Bandung, 24 November 1982.
Lantas bagaimana dengan kata jujur dan peduli rakyat. Saya belum melihat dua hal ini. Okelah pintar tapi belum tentu menjamin jujur. Peduli rakyat??? apalagi untuk daerah pemilihanya, apakah dia pernah tinggal di salah satu kota di dapil VII Jawa Timur dan telah memberikan kontribusi untuk daerah pemilihannya. Selama besar tidak menetap di dapilnya dan lantas melanjutkan ke luar negeri. Bagaiamana ini bisa dikatakan peduli rakyat? Bagiamana tahu kondisi yang menjadi basis masanya.
Fenomena politik keluarga di Indonesia semakin terlihat jelas, Megawati mengait-ngaitkan dengan Soekarno, sedangkan putrinya Puan Maharani mengaitkan dengan ibunya. Begitu Edhie Baskoro Yudhoyono juga mendompleng popularitas ayahnya. Banyak lagi contoh seperti keluarga yang rombongan menjadi caleg. Atau juga ketua umum partai yang istrinya juga nyaleg. Bisa-bisa Indoneisa ini dimiliki oleh sekeluarga. Hmm jadi apa negeri ini????
Ya, meskipun demikian Edhie Baskoro Yudhoyono masih punya kesempatan untuk menyampaikan visi misinya. Mungkin saatnya sekarang memberikan kontribusi untuk daerah pemilihanya. Dan selama kampanye berlangsung bisa mendukung Kampanye Damai Pemilu Indonesia 2009. Dan tentunya juga bukan artis dangdut dengan goyangan erotis, seksi, bahkan terkesan porno yang ditampilkan dalam kampanye. Penyampaian visi, misi, dan tentunya kontrak politik itu lebih bijaksana.